Get the Flash Player to see this rotator.
Pencarian
Banner
wikipediabse
Waktu Sholat
Mars SMADA
Statistik

Hits hari ini : 147
.: Pengunjung :.
Hari ini : 55
Online :

:: Kontak Admin ::

rosyid_98

Sejarah R.A Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Tanggal : 21-04-2017 09:16, dibaca 506 kali.

R A Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara Jawa Tengah. Ia adalah putri dari seorang bangsawan yakni Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Sedangkan Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Kartini hanya diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School) hingga tamat pada usia 12 tahun. Disinilah ia belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah tamat di ELS pada usia 12 tahun, ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekoah kejenjang yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Sesuai tradisi, ia harus dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka ia mulai belajar sendiri di rumah. Ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya untuk dibaca. Selain membaca buku-buku pelajaran, ia juga membaca surat kabar. Dari kegemarannya membaca itulah muncul ketertarikannya pada kemajuan cara berpikir perempuan Eropa serta timbul   keinginannya untuk memajukan perempuan Indonesia. Ia pun mulai menulis surat kepada teman-teman yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya.

Pada tanggal 12 November 1903 Kartini oleh orangtuanya dinikahkan dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Dari pernikahannya dengan K.R.M Adipati Ario Singgih, Kartini dikaruniai seorang anak yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Namun beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 17 September 1904, Kartini meninggal dunia pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihan R A Kartini, Yayasan Kartini mendirikan Sekolah Wanita di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Setelah Kartini wafat, Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda.

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.



Pengirim : Rosyid_98
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :

   Kembali ke Atas