Gubernur Jatim Buka Kompetisi GCC Batch 3

Education News – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa secara resmi membuka kompetisi Guru dan Tenaga Kependidikan Creative Camp (GCC) Batch 3 pada Selasa (02/08/ 2022) kemarin. Pembukaan GCC tersebut berlangsung secara daring dari Kantor Gubernur Jawa Timur dan diikuti sekitar seribu titik dari cabang dinas pendidikan serta satuan pendiddikan tingkat menengah baik negeri maupun swasta di Jawa Timur. GCC merupakan event bergengsi tahunan Dinas Pendidikan Jawa Timur sebagai wadah bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah untuk menorehkan inovasi dan kreatifitas mereka.

Ibu Kofifah dalam sambutannya menyampaikan bahwa GCC ini mendorong kompetensi, kreativitas serta inovasi GKT sehingga dapat meningkatkan kulitas SDM secara signifikan kedepannya. Beliau juga menghimbau agar guru dapat menjadi complex problem solving dalam menjalankan konsep pendidikan 4.0.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi melaporkan bahwa kompetisi GCC ini terbagi menjadi sepuluh bidang lomba yakni, bidang anugerah penulis buku, videotourism dengan obyek budaya lokal sebagai embrio desa wisata, kewirausahaan, filem pendek dengan konten pendidikan, fashion, pembelajaran berbasis IT, desain grafis, daur ulang, inovasi kompetensi kepala sekolah, dan optimalisasi peran pengawas sekolah.

Beliau juga menyampaikan bahwa peserta GCC ini dari pertama kali diluncurkan tahun 2020 hingga tahun 2022 ini mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2020 diikuti peserta sebanyak 4.983, tahun 2021 meningkat 27% menjadi 6.333 peserta dan ditahun 2022 ini meningkat sebesar 190% menjadi 18.338 peserta.

“Peningkatan peserta yang luar biasa dari empat Kabupaten yang berada di Madura, meningkat 2448%”, tutur beliau.

Tim juri ditunjuk dari guru besar berbagi perguruan tinggi, pengusaha dan profesionalisme. Selain tim juri, juga dibentuk narasumber dari unsur yang sama untuk memberikan arahan-arahan kepada peserta dalam menuangkan inovasinya.

Dari sembilan bidang lomba GCC batch 3 ini akan diambil juara 1, 2 dan 3 dari masing-masing jenjang pendidikan SMA, SMK dan SLB. Sedangkan untuk bidang lomba Anugerah Penulis Buku diambil 10 terbaik penulis karya Non Fiksi dan 10 terbaik penulis karya Fiksi.

(radyd)