Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jatim Sambangi dan Beri Penyluhan Anti Radikalisme di SMADA

SMADA News – Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Jatim Kompol Bahrun Nasikin S.Ag, M.A, Rabu 21 September 2022 berkunjung bersilaturahim ke SMA Negeri 2 (SMADA) Lumajang. Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan kegiatan sambang dan memberikan penyuluhan dalam upaya pencegahan dan penangkalan Radikalisme, Terorisme dan Intolerasni di lingkungan sekolah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasibinkommas Subdit Binpolmas Ditbinmas Polda Jatim Kompol Toni Irawan, SH. MH, Staff Ditbinmas Aipda Abraham Wirastha, SH dan Aipda Fatkur Rohman, SH, Kasat Binmas Polres Lumajang AKP Didik Sugiarto, SH, Kanit Bhabinkamtibmas Polres Lumajang Ipda Zainul Abidin, SH dan Aiptu Asep staff Polres Lumajang. Sementara dari sekolah kegiatan penyuluhan tersebut diikuti perwakilan siswa serta didampingi Kepala Sekolah, Bapak Moh.Yatim Khudlori, M.Pd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Drs. Jaya Syahran dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Bapak Luluk Wasianto, S.Pd.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Kepala Sekolah mengapresiasi kegiatan ini dan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memupuk nasionalisme siswa sebagai bekal dalam menempuh jenjang berikutnya.

Kompol Bahrun secara langsung mengisi kegiatan penyuluhan. Ia menyampaikan bahwa masadepan bangsa ini bergantung kepada generasi muda saat ini. “Maju dan mundurnya bangsa negara yang akan datang ada dipundak kalian. Mungkin beberapa tahun lagi kami yang duduk didepan kalian pensiun, penggantinya adalah adik-adik semua, bisa jadi adik-adik nanti akan ada jadi Perwira Polisi, Perwira TNI, jadi Guru, DPR bahkan Bupati, Menteri dan Presiden. Oleh karenanya adik-adik harus banyak ilmu banyak pengetahuan.” Katanya.

Selanjutnya, Kompol Bahrun menerangkan Indonesia adalah negara besar yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan penduduk yang sangat majemuk terdiri dari beragam suku bangsa dan etnis. Indonesia juga memiliki 6 agama resmi yang diakui Pemerintah. Semua itu adalah kekayaan dan kebhinekaan yang harus selalu disyukuri dan dijaga dari segala ancaman demi keutuhan NKRI. Adapaun ancaman yang dimaksudkan adalah sikap Intoleran, faham Radikal serta aksi Terorisme.

“Nah adik-adik sekalian, yang menjadi kelemahan dan ancaman negara Indonesia yang besar ini adalah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme”, ungkapnya.

Kompol Bahrun melanjutkan, aksi Terorisme terjadi karena adanya faham Radikalisme. Cikal bakalnya adalah sikap Intoleran, tidak peduli, merasa diri paling baik dan yang lain jelek. Ingin merubah bentuk Negara Kesatuan Republilk Indonesia (NKRI) dan tidak setuju dengan Pancasila sebagai dasar negara. Ia mengatakan, mereka yang tidak menerima NKRI dan Pancasila adalah orang-orang yang tidak tahu sejarah. Kemudian Kompol Bahrun menjelaskan secara singkat sejarah berdirinya NKRI serta terbentuknya Pancasila sebagai dasar negara.

Karena secara kebetulan, siswa yang mengikuti penyuluhan tersebut beragam Islam semu, Kompol Bahrun menutup paparannya dengan bersholawat bersama.

Lihat dokumentasi Penyuluhan Anti Radikalisme.

(radyd)