SMADA Lumajang Terapkan Scan QR Code PeduliLindungi

SMAN 2 Lumajang – Untuk mendukung pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) serta mencegah munculnya klaster baru, SMA Neger 2 (SMADA) Lumajang menerapkan kebijakan scan QR Code aplikas PeduliLindungi bagi semua pihak yang masuk ke SMADA. Kebijakan tersebut berlaku mulai kemarin, Senin 15 November 2021.

Sebelumnya, pihak sekolah mendapatkan email dari Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan perihal penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dilingkungan Sekolah. Skema penggunaannya model pertama yaitu, setiap pengunjung dan tamu yang datang ke lingkungan sekolah harus melakukan scan QR code PeduliLindungi dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang terinstall di handphone masing-masing.

Adapun model yang kedua adalah skema sekolah aman, dimana Kementerian Kesehatan akan mengirimkan notifikasi melalui aplikasi Whatsapp dan email pihak sekolah bila ada warga SMADA yang terdeteksi kategori Hitam pada database PeduliLindungi. Status warna hitam itu sendiri bermakna bahwa yang bersangkutan tercatat telah terkonfirmasi positif Covid-19 atau tercatat sedang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi posifit Covid-19. Dengan demikian pihak sekolah dapat segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan puskesmas dan pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Download Aplikasi PeduliLindungi