March 30, 2026
BeritaUmum

Jatim Luncurkan Program SIKAP, Libatkan Ratusan Ribu Pelajar Perkuat Ketahanan Pangan

Kediri — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi meluncurkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026). Program ini diluncurkan secara serentak dan diikuti oleh seluruh sekolah jenjang SMA di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, baik secara luring maupun daring.

Melansir kominfo.jatimprov.go.id, program SIKAP menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan melalui sektor pendidikan. Sebanyak 110.481 guru, siswa, serta anggota Pramuka dari 754 sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta turut ambil bagian dalam program ini.

Gubernur Khofifah mengapresiasi peran aktif para guru dan peserta didik yang dinilai mampu menjadi motor penggerak ketahanan pangan sejak dari lingkungan sekolah. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan berkelanjutan dapat diinisiasi dari dunia pendidikan dengan bimbingan tenaga pendidik yang kompeten.

“Sesungguhnya ketahanan pangan, apalagi ketahanan pangan berkelanjutan, bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa,” ujarnya.

Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Jawa Timur yang dinilai berhasil menghadirkan konsep pembelajaran kontekstual berbasis praktik nyata di lapangan. Menurutnya, program SIKAP bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata yang telah dijalankan oleh sekolah-sekolah.

“SIKAP ini bukan sekadar slogan. Kita tidak hanya teriak, tetapi bekerja. Sekolah-sekolah sudah bergerak, berinovasi, dan menyiapkan format-format ketahanan pangan yang aplikatif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa SIKAP merupakan bentuk pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan. Program ini diharapkan mampu menanamkan nilai kemandirian pangan, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong sejak dini.

“Program ini menjadi bentuk pendidikan yang hidup, yang menanamkan nilai kemandirian pangan berkelanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat gotong royong sejak bangku sekolah,” jelas Aries.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada Satuan Pendidikan. Penghargaan ini diberikan atas keterlibatan 754 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Jawa Timur.

: radyd || : youtube Kominfo Jatim