August 18, 2026
BeritaUmum

300 Ribu Pelajar Jatim Ikuti Penyuluhan Antikorupsi, Dindik Jatim Raih Rekor MURI

MALANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mencatatkan prestasi membanggakan dalam pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 300 ribu murid baru jenjang SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur mengikuti penyuluhan antikorupsi secara serentak pada Senin (13/7/2026).

Melansir harian.disway.id, kegiatan yang melibatkan 4.060 satuan pendidikan tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori Penyuluhan Antikorupsi Digital dengan Jumlah Peserta Terbanyak. Rekor tersebut tercatat dengan nomor registrasi 12806/R.MURI/VII/2026.

Piagam penghargaan MURI diterima oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim, Imam Hidayat, bersama Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, yang mewakili Gubernur Jawa Timur.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam membangun budaya kejujuran dan integritas sejak dini.

“Pendidikan kejujuran harus dimulai dari lingkungan sekolah, bahkan dari hal-hal yang paling sederhana. Momentum MPLS menjadi waktu yang tepat untuk mengenalkan nilai antikorupsi agar siswa memahami pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Aries di sela-sela kegiatan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang.

Selain penyuluhan antikorupsi, kegiatan pembukaan MPLS juga diisi dengan Deklarasi Gema Integritas yang dipimpin oleh Aries Agung Paewai dan diikuti peserta secara serentak.

Deklarasi tersebut menjadi bentuk komitmen insan pendidikan Jawa Timur untuk menjunjung tinggi kejujuran, menolak segala bentuk kecurangan, serta menjadikan integritas sebagai salah satu fondasi utama dalam membangun pendidikan berkarakter.

Penguatan nilai integritas dalam kegiatan tersebut turut menghadirkan Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Cahya Hardianto Harefa, sebagai narasumber utama. Cahya memberikan apresiasi terhadap langkah Dindik Jatim yang menjadikan MPLS sebagai momentum untuk mengenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada peserta didik.

“Kami menyambut baik penyuluhan ini untuk menumbuhkan tanggung jawab siswa sejak jenjang SMA, SMK, dan SLB. Pendidikan adalah strategi utama KPK dalam membentuk generasi yang jujur, disiplin, dan berani,” tutur Cahya.

Menurutnya, budaya antikorupsi perlu dibangun melalui kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku koruptif dapat berawal dari kebiasaan tidak jujur dalam hal-hal sederhana, termasuk menghindari mencontek saat ujian maupun menjaga fasilitas sekolah.

Cahya menekankan bahwa kejujuran merupakan bagian penting dalam proses meraih keberhasilan.

“Keberhasilan yang dibangun dengan kejujuran mungkin membutuhkan waktu lebih lama, tetapi akan membawa keberkahan,” pungkasnya.

Penyuluhan antikorupsi dalam pembukaan MPLS ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun budaya integritas di lingkungan sekolah. Melalui pembiasaan nilai kejujuran sejak bangku sekolah, peserta didik diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab, disiplin, dan berkarakter.

: radyd